RUSIA-MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia bantah laporan pihak Ukraina yang telah menyatakan ada pasukan Rusia yang menyeberangi wilayah perbatasan di Ukraina timur. Kementerian itu menegaskan, tidak ada pasukan Rusia yang menyeberang ke Ukraina timur.
"Tidak ada anggota militer Rusia yang diduga melintasi perbatasan Rusia dengan Ukraina, baik ada pada malam hari ataupun siang hari," ungkap Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia. Seperti dilansir RIANOVOSTI, Sabtu (16/8/2014).
Konashenkov menyatakan, apa yang diutarakan pihak Ukraina hanya dilandaskan pada ilusi dan asumsi media setempat semata. Ukraina dikabarkan menyerang sekelompok orang yang diklaim sebagai anggota militer Ukraina pada Kamis malam.
“Mungkin yang mereka serang adalah hantu atau bayangan pasukan mereka sendiri,” ucap Konashenkov. Bantahan ini muncul sehari setelah presiden Ukrina, Petro Poroshenko menyatakan pasukan Ukraina telah menyerang sekelompok pasukan Rusia di wilayah perbatasan di Ukraina timur.
Ukraina sendiri mendapat dukungan dari NATO yang turut mengaku melihat pegerakan pasukan Rusia yang melintasi perbatasan di malam yang sama. “Kami melihat pergerakan pasukan Rusia menyeberangi perbatasan Ukraina,” papar Sekertaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen.
Hubungan antara Rusia dengan NATO dan Ukraina semakin memburuk setelah Rusia menyatakan ingin mengirimkan misi kemanusiaan ke Ukraina timur. NATO dan Ukraina menuduh Rusia hanya menggunakan misi kemanusiaan sebagai kedok untuk memasukan pasukan militernya ke Ukraina.
(atp-st)
