"Pemimpin tidak mungkin datang begitu saja seperti jatuh dari langit, tetapi mereka yang memiliki sikap dan tekad, mereka yang mau berikhtiar dan kerja keraslah yang meraih cita-citanya itu dan menjadi pemimpin yang memajukan bangsa," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden mengatakan hal ini saat menggelar silaturahmi dengan mereka yang bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (18/8) malam. Mereka, antara lain, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Pasukan Kehormatan Taruna Akademi TNI dan Akpol.
Presiden juga mengingatkan kembali syarat-syarat untuk Indonesia menjadi negara yang makin maju. Syarat tersebut adalah bangsa Indonesia harus makin kuat, cerdas, makin meguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki akhlak baik, berbudi pekerti luhur, dan rajin beribadah.
"Sejak Indonesia merdeka, kita terus membangun. Membangun bagsa dan negara tidak semudah membalik telapak tangan, tidak akan rampung oleh satu dua pemerintahan," ujar Presiden SBY.
Contohnya, mengurangi kemiskinan dan pembangunan kesehatan agar sekali lagi negara kita akan maju dan sejahtera.
Jika seluruh bangsa Indonesia memiliki semangat seperti para teladan nasional, maka kita akan cepat maju. Indonesia merupakan negara yang luas, memiliki penduduk yang banyak, kekayaan melimpah, dan sejarah yang bernilai serta telah melalui banyak cobaan tapi tetap berdiri.
"Indonesia yang kita cintai ini telah merdeka selama 69 tahun, hampir tujuh dasawarsa, hampir tujuh dekade. Insya Allah, 31 tahun lagi Indonesia akan memperingati hari kemerdekaanya yang ke 100 tahun. Satu abad, insya Allah Indonesia benar-benar menjadi negara maju, kuat dan sejahtera," kata SBY.
Di bagian lain sambutannya, SBY menyampaikan ingin selalu berbuat yang terbaik, tetapi tetap SBY adalah manusia biasa. Ada kekurangan yang dimiliki.
"Tetapi percayalan saya dan semua jajaran pemerintahan tulus, ikhlas, dan serius mengemban tugas untuk negeri ini untuk menuju Indonesia yang lebih baik," SBY menuturkan.
SBY berharap dan berpesan agar seluruh peserta silaturahmi bersedia dan bahkan menjadi pelopor dan teladan untuk berbuat terbaik dalam memajukan kehidupan rakyat Indonesia.
"Semoga anak-anakku menjadi bagian dari bangsa yang maju ini," SBY mendoakan di akhir sambutannya.
Presiden hadir bersama Ibu Ani, serta Wapres Boediono dan Ibu Herawati. Hadir pula sejumlah menteri KIB II diantaranya, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendikbud Mohammad Nuh, Menparekraf Mari Elka Pangestu, dan Menpora Roy Suryo. (yor)